Artikel

Hari Lingkungan Hidup 2021: Restorasi Ekosistem

Jun

05

Hari Lingkungan Hidup 2021: Restorasi Ekosistem

Hari Lingkungan Hidup 2021: Restorasi Ekosistem

Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali diperingati pada tanggal 5 Juni 1972, pada konferensi PBB tentang lingkungan hidup yang menghasilkan Deklarasi Stockholm. Semangat yang mendasari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah untuk menggugah kesadaran orang banyak untuk menjaga lingkungan yang hijau dan lestari.

Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021 ini, tema besar yang diusung adalah “Environment Restoration” atau restorasi lingkungan, dengan hastag yang dipopulerkan yaitu “Reimagine, recreate, restore”. Apakah restorasi lingkungan dan apakah yang dapat kita lakukan untuk merestorasi lingkungan tersebut?

Restorasi, adalah salah satu bentuk upaya konservasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konservasi diartikan sebagai pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; atau pengawetan; atau pelestarian. Sedangkan konservasi sumber daya alam berarti pengelolaan sumber daya alam (hayati) dengan pemanfaatannya secara bijaksana dengan menjamin kesinambungan persediaan dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai keragamannya. Hal tersebut juga sesuai dengan definisi konservasi sumber daya alam (hayati) yang dianut oleh Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dalam upaya-upaya untuk melakukan konservasi sumber daya alam, terdapat beberapa metode yang dapat ditempuh, di antaranya yaitu:

  1. Preservasi, yaitu menjaga agar sumber daya alam tetap pada kondisinya sekarang;
  2. Reklamasi, yaitu menstabilkan sumber daya alam agar tidak rusak akibat alam dan akibat ulah manusia;
  3. Rehabilitasi, yaitu mengembalikan sumber daya alam yang sudah rusak menjadi tidak rusak meskipun dengan kondisi yang berbeda dari semula, dan;
  4. Restorasi, yaitu mengembalikan sumber daya alam yang telah rusak menjadi kondisi seperti semula.

Dari tagline “Environment restoration” yang menjadi tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021, maka kecenderungan upaya konservasi yang dipilih adalah restorasi atau mengembalikan sumber daya alam yang telah rusak menjadi kondisi seperti semula (sebelum rusak). Mungkinkah hal semacam ini dilakukan? Tentu saja! Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membantu merestorasi lingkungan atau ekosistem, misalnya:

1.   Menghidupkan kembali ekosistem yang terdegradasi, misalnya dengan menanam pohon, membersihkan tepian sungai, atau sekadar memberi ruang bagi alam untuk pulih;

2.     Mengambil tindakan seperti memulai atau mendukung proyek restorasi di lapangan;

3.     Membuat pilihan cerdas, misalnya seperti hanya membeli produk berkelanjutan dan mengubah pola makan;

4.     Mengangkat suara untuk mendukung konservasi dan restorasi ekosistem;

 

Selanjutnya, pilihan ada di tangan kita. Apakah kita mulai ikut bergerak melakukan restorasi lingkungan ataukah hanya berpangku tangan membiarkan kerusakan sumber daya alam semakin berlarut-larut!

Salam konservasi!

 

Oleh: Seksi KSDA-DLHK DIY