Berita

Koordinasi Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA)

Jul

10

Koordinasi Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA)

Koordinasi Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA)

Kamis 7 Juli 2020, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara yang berkedudukan di Denpasar (Bali) yang diwakili oleh Pujo Nur Cahyo, S.Si, M.Sc selaku Kepala Seksi Perubahan Iklim, melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Ir. Menik Nilawati, M.M.A selaku Kepala Bidang Rehabilitasi dan Konservasi Alam dan Sabam Benedictus Silalahi, S.Hut, MP selaku Plt. Kepala Seksi Perlindungan dan Pengamanan Hutan.


Salah satu tugas pokok dan fungsi BPPIKHL sebagai unit pelaksana teknis Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah melaksanakan fasilitasi peningkatan kapasitas daerah dalam melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya tersebut, BPPIKHL wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara telah merencanakan untuk melakukan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa Selopamioro pada bulan Mei 2020, namun karena adanya pandemi covid 19 dan kondisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih dalam Status Tanggap Darurat Covid 19 sampai dengan 31 Juli 2020, maka kegiatan tersebut ditunda untuk sementara waktu dan akan dilaksanakan setelah situasi dan kondisi memungkinkan.

Masyarakat Peduli Api (MPA) adalah masyarakat yang secara sukarela peduli terhadap pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang telah dilatih atau diberi pembekalan serta dapat diberdayakan untuk membantu kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat yang menjadi anggota MPA nantinya akan diberikan pembekalan teknis bidang pengendalian kebakaran hutan dan lahan, upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

MPA mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

a. Mencegah terjadinya karhutla;

b. Melakukan pemadaman awal dan mendukung pemadaman yang dilakukan oleh manggala agni dan/ atau para pihak;

c. Meningkatkan kepedulian masyarakat di desanya terkait dalkarhutla dan/ atau upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim;

d. Melakukan identifikasi upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim;

e. Mengusulkan calon lokasi ProKlim;

f. Memberikan informasi terkait kejadian karhutla;

g. Menyebarluaskan informasi peringkat bahaya kebakaran hutan dan lahan;

h. Melakukan penyuluhan secara mandiri atau bersama-sama dengan para pihak lainnya;

i. Melakukan pertemuan secara berkala dalam rangka penguatan kelembagaan.

Diharapkan dengan terbentuknya MPA dan pendayagunaan MPA maka kualitas lingkungan hidup untuk meningkatkan daya dukung lingkungan tetap terjaga melalui menurunnya luas areal kebakaran hutan dan lahan dan tertanganinya kebakaran hutan dan lahan secara cepat dan tepat.