Artikel

Mengenal Karst Gunung Sewu Melalui Perangko

May

27

Mengenal Karst Gunung Sewu Melalui Perangko

Mengenal Karst Gunung Sewu Melalui Perangko

Menghadiri acara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang 190, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meluncurkan perangko edisi Gunung Sewu UNESCO Global Geopark di Bangsal Sewoko Projo Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, pada tanggal 27 Mei 2021. Peluncuran perangko, beserta dengan Carik Kenangan (souvenir sheet) dan Sampul Hari Pertama, merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan tentang Geopark gunung Sewu, khususnya akan keberadaan dan fungsi karst, 

Perangko yang diluncurkan terdiri dari tiga desain, yaitu:

1.     Gua Jomblang Gunung Sewu, dengan nilai nominal Rp. 3000



Gambar 1. Perangko bergambar Gua Jomblang Gunung Sewu


Gua Jomblang merupakan salah satu dari seratus gua di Gunung Sewu yang terkenal karena keunikan serta keindahan yang tidak terbantahkan. Gua ini terletak di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Gua Jomblang merupakan gua vertikal yang bertipe collapse doline yang terbentuk akibat proses geologi amblasnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun yang lalu. Sampai saat ini situs tersebut masih hidup serta menjadi hutan purba. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau sumuran dengan luas mulut gua sekitar 50m persegi. Keunikan dari gua ini adalah adanya sungai bawah tanah, yang masih satu sistem dengan Kalisuci, mengalir dengan deras. Sinar matahari yang menerobos masuk dari Luweng Grubug setinggi 90m membentuk satu tiang cahaya, menyinari flowstone yang indah serta kedalaman gua yang gulita. Air yang mengalir dari ketinggian turut mempercantik pemandangan di gua ini.


2.     Conical Hill Gunung Sewu, dengan nilai nominal Rp. 3000


Gambar 2. Perangko bergambar Conical Hill Gunung Sewu


Pulau Jawa bagian selatan memiliki bentang alam karst yang bercirikan tropik yang khas dan unik di dunia. Kawasan karst yang membentang dari bagian selatan Gunungkidul, Pacitan dan Wonogiri inilah yang disebut sebagai karst Gunung Sewu (Conical Hill Gunung Sewu). Karst Gunung Sewu merupakan asset bertaraf internasional berdasarkan tipologi karst (holokarst-tropik) dan kelas karst (kelas i,ii). Selain karena keunikan adanya lembah purba, sungai bawah tanah, gua dan potensi sumber daya flora dan faunanya, kawasan Gunungkidul Sewu juga terkenal dengan panorama dan landskap formasi sekitar 40.000 bukit kerucut atau conical hill yang sangat eksotik.

Gunung bagus yang terletak di Kalurahan Giring, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, DIY, merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati hamparan landskap karst Gunung Sewu. Formasi ratusan bukit kerucut yang ditanami pohon jati dan palawija pada musim hujan bak permadani hijau raksasa yang sangat mengagumkan dan memanjakan mata.


3.     Gua Song Gilap Gunung Sewu, dengan nilai nominal Rp. 3000


Gambar 3. Perangko bergambar Gua Song Gilap Gunung Sewu


Gua Song Gilap terletak di Padukuhan Klumprit, Kalurahan Kenteng, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gua horizontal ini memiliki keunikan dengan adanya sumber air, flora dan fauna khas serta istana ornamen batuan karst dalam berbagai bentuk serta stalaktit dan stalakmit yang indah. Gua ini dikembangkan sebagai sumber air dan obyek wisata minat khusus.

 

Lebih lanjut, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyampaikan pesan mengenai tema Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-190. Ada dua pesan yang disampaikan terkait hal tersebut:

1. Tema peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang ke-190 ini adalah Cancut taliwanda. Cancut berarti menyingsingkan lengan baju sehingga arti kata cancut taliwanda adalah bersegera menjalankan tugas, karena cancut taliwanda merupakan reaksi cepat untuk menghadapi aksi pendadakan yang senyap tapi mengejutkan, sebagaimana ancaman covid-19 sekarang ini.

2.  Geopark Gunung Sewu perlu diperhatikan kelestariannya melalui geo-konservasi dan dimanfaatkan sebagai geo-tourism yang memuat fungsi konservasi, edukasi dan ekonomi.

 

Dengan pesan dan harapan seperti itulah Gubernur menyambut baik disertai penghargaan yang tinggi atas digelarnya peringatan Hari Jadi ke-190 Kabupaten Gunungkidul. Dengan harapan lanjut agar masyarakat tetap menjaga kekhasan karakteristiknya dalam kehidupan yang guyub rukun, penuh tepa salira serta bersifat toleran terhadap perbedaan dengan kerja gotong royong untuk kemajuan bersama.

Sekali lagi teriring ucapan: “Dirgahayulah Kabupaten Gunungkidul atas usianya yang ke-190!”


Keterangan gambar cover: Carik Kenangan (Souvenir Sheet) bergambar Gunung Bagus yang diluncurkan bersama dengan perangko edisi Gunung Sewu UNESCO Global Geopark.


Oleh: Seksi KSDA - DLHK DIY