Artikel

Mitos Genderuwo dan Pohon Besar: Winong

Oct

23

Mitos Genderuwo dan Pohon Besar: Winong

Mitos Genderuwo dan Pohon Besar: Winong

Mungkin kita pernah mendengar kata winong sebagai nama tempat. Sebenarnya, seperti banyak tempat-tempat lain di Indonesia yang dinamai dengan nama sejenis tumbuhan yang hidup di tempat tersebut, winong adalah nama sejenis tumbuhan.

 

Klasifikasi Taksonomi

Secara taksonomis mempunyai urutan sebagai berikut:

Kingdom        : Plantae

Divisio            : Magnoliophyta, 

Klasis             : Magnoliopsida, 

Ordo               : Cucurbitales, 

Familia           : Tertramelaceae, 

Genus            : Tetrameles

Species          : Tetrameles nudiflora


Ciri-Ciri Morfologi

Pohon ini mempunyai beberapa nama lokal diantaranya winong, binong (Jawa)tabu         (Palembang), binung (Sunda), tung atau thungg (Vietnam).

Winong berhabitus pohon dengan ketinggian dapat mencapai 45 meter dan diameter batang 2 meter. Batang silindris, monopodial. Kulit batang berwarna abu-abu, kadang mengkilap dan berlekuk. Winong memiliki akar banir yang cukup tinggi. Tajuk pohon membulat dengan sistem percabangan yang lebar. Pada musim kering menggugurkan daun.

Daun winong bertipe tunggal, berbentuk hat. Tepi daun bergerigi. Ujung daun runcing. Pangkal daun membelah dangkal, warna hijau, permukaan halus. Tulang daun menyirip. Tangkai daun cukup panjang.Daun memiliki ukuran panjang 10 hingga 25 cm, dan lebar 9 hingga 20 cm. Duduk daun menyebar. Pada saat musim kering daun  berguguran.

Bunga bertipe majemuk dalam bulir, berumah dua, terdapat bulir bunga jantan dan bulir bunga betina, bunga jantan muncul diujung ranting, betina muncul dibawahnya, bunga jantan dan betina waktu muda berwarna hijau dan waktu tua berwarna coklat.

Buah berbentuk bulat telur lonjong.


Persebaran  Alami

Tanaman winong ini sudah mulai langka, menurut IUCN berstatus mengkhawatirkan           ( Leas Concern }, Binong adalah tanaman asli Asia Tenggara sehingga  tanaman ini ditemukan tersebar di berbagai negara Asia Tenggara antara lain: Vietnam, Kamboja, Filipina, Malaysia, Indonesia, dan negara ASEAN lainnya. Di Indonesia, winong ditemukan di berbagai pulau antara lain: Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan pulau-pulau lainya.

Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tanaman winong sudah sangat langka, sebanyak 3 pohon sementara  ditemukan di wilayah sumber air Ngreneng yang terletak di dusun Wedi Utah, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul dalam keadaan tidak berbuah. Di wilayah ini winong tidak banyak dibudidayakan,karena dianggap kurang nilai ekonominya. Beberapa pohon winong yang dapat ditemukan di DIYmerupakan tumbuhan alami dan tidak ditemukan adanya regenerasi tanaman. Tanaman yang ada sudah berusia sangat tua, sudah saatnya adanya permudaan untuk menjaga kelestariannya.  


Potensi Pemanfaatan

Kayu winong mempunyai sifat yang ringan dan lunak dan mudah dikerjakan, serat kayunya bertekstur halus, dengan warna coklat muda kompak, dari sifat kayunya ini kayu winong berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi ringan, peti kemas, kertas, Veeneer (plainwood), kerajinan seperti alat musik gitar, forniture, di beberapa wilayah seperti di Papuanugini dimanfaatkan untuk pembuatan kano.

 

Mitos Pohon Winong

Pohon winong merupakan salah satu jenis pohon yang banyak dimitoskan dihuni oleh makhluk ghaib, yaitu genderuwo. Beberapa kalangan masyarakat juga ada yang memitoskan pohon winong sebagai pohon tempat pesugihan (bank) ghaib. Mungkin, hal ini lebih banyak disebabkan oleh perawakan pohon winong yang tinggi besar sehingga menimbulkan kesan bahwa pohon ini seram. 

Sebenarnya ada juga kalangan masyarakat, terutama masyarakat agraris jaman dulu, yang menjadikan pohon winong sebagai penanda musim tanam. Pohon ini menggugurkan daun pada saat musim kemarau, sehingga menjadi penanda bagi petani mengenai musim.

Seksi Konservesi SDA - DLHK DIY

(Dari berbagai sumber)