Berita

Penandatanganan Kerja Sama Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam Antara Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Yogyakarta Dengan Bumdes Bangkit (Desa Banyusoco) Dan Koperasi Wana Arta Barokah

Oct

27

Penandatanganan Kerja Sama Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam Antara Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Yogyakarta Dengan Bumdes Bangkit (Desa Banyusoco) Dan Koperasi Wana Arta Barokah

Penandatanganan Kerja Sama Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam Antara Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Yogyakarta Dengan Bumdes Bangkit (Desa Banyusoco) Dan Koperasi Wana Arta Barokah

Yogyakarta - Perwujudan pengelolaan hutan yang lestari dan masyarakat sejahtera merupakan salah satu tujuan yang dimiliki oleh Balai KPH Yogyakarta sebagai instansi pengelola hutan produksi dan hutan lindung di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan luasan area kurang lebih 15.581 Ha. Salah satu bentuk realisasi tujuan ini adalah dengan menginisiasi dan melaksanakan collaborative forest management atau manajemen hutan secara kolaboratif dengan para pihak secara terintegrasi dengan berbagai skema pengelolaan. Salah satu skema pengelolaan yang dilaksanakan adalah melalui kerja sama pemanfaatan hutan. Penerapan konsep kerja sama ini telah diatur dalam beberapa regulasi daerah berupa Peraturan Daerah DIY No. 7 Tahun 2015, Peraturan Gubernur DIY No. 5 Tahun 2018 serta diperkuat dengan regulasi kerja sama tingkat pusat yaitu melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI  no. 49 Tahun 2017. Terhitung hingga akhir Oktober 2020, telah ada 6 (enam) mitra kerja sama KPH dalam kegiatan kerja sama pemanfaatan hutan yaitu kelompok koperasi masyarakt, BUMDes dan investor.

Mekanisme pengajuan kerja sama pemanfaatan hutan memiliki beberapa tahapan yaitu dimulai dari pengajuan surat permohonan, proposal pengajuan, syarat administrasi pemohon, peninjauan areal dengan menggunakan gps, verifikasi lapangan, penilaian proposal serta penandatanganan naskah kerja sama. Setelah melalui verifikasi lapangan oleh tim pertimbangan teknis pada 8 Juli 2020 yang lalu di lokasi dua pemohon yaitu BUMDes Bangkit di Desa Banyusoco dan Koperasi Wana Arta Barokah di BDH Panggang, Tim Pertimbangan Teknis Kerja sama Pemanfaatan Hutan Produksi dan Hutan Lindung memutuskan kedua pemohon tersebut memiliki nilai total 295 dan layak untuk dilanjutkan pada penandatanganan kerja sama. Oleh karena itu, pada tanggal 20 Oktober 2020 bertempat di ruangan Kepala Dinas LHK DIY telah dilaksanakan penandatangan kerja sama  pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam antara Kepala Dinas LHK DIY dengan Ketua BUMDes Bangkit dan Ketua Koperasi Wana Arta Barokah. Luasan areal kerja sama yang diajukan oleh BUMDes Bangkit yaitu 31,85 Ha dan Koperasi Wana Arta Barokah seluas 2,4 Ha, dengan ketentuan areal kerja sama pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam tidak melebihi 10 % dari blok pemanfaatan.

Adanya bentuk manajemen kolaboratif pengelolaan hutan antara para pihak melalui skema kerja sama pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi hasil bagi pihak masyarakat, membuka lapangan kerja baru, peningkatan perputaran ekonomi daerah, pelibatan aktivitas pengamanan hutan secara swakarsa serta tentunya dapat mewujudkan cita-cita hutan lestari yang didambakan oleh semua pihak.

Penulis : Fatwa Nirza Susanti, S.Hut.