Artikel

Seri Pohon Langka: Klumpit

Oct

02

Seri Pohon Langka: Klumpit

Seri Pohon Langka: Klumpit

Pohon klumpit merupakan salah satu jenis pohon yang saat ini keberadaannya sudan semakin langka. Nama ilmiahnya yaitu Terminalia macrocarpa. Secara taksonomi mempunyai susunan sebagai berikut:

Kingdom         : Plantae, 

Genus              : Angiospermae

Ordo                : Myrtales

Famili              : Combretaceae

Genus              : Terminalia

Species            : Terminalia microcarpa

Nama lain (sinonim): Terminalia sericocarpa F.Muell

Mempunyai beberapa nama lokal antara lain: kelumpit, klumpit (Indonesia), kalumpit (Philiphina), bandicoot, sovereignwood, damson, damson plum (Australia)

Secara alami tanaman ini tersebar  di Indonesia, Malaysia, Philipina, Papua New Guinea dan Australia, tanaman ini biasanya ditemukan di sekitar sumber air, tepi sungai kecil dan sungai berbatu.

Secara fisik, pohon klumpit mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berhabitus pohon dengan ketinggian dapat mencapai 12 sampai 30 meter, tajuk membulat dengan sistem percabangan yang lebat dan lebar, tinggi bebas cabang rendah.  

Daun bertipe tunggal, duduk daun berkarang, warna hijau mengkilat, daun muda berwarna merah jambu, ujung daun runcing, tepi daun rata, tulang daun menyirip.

Bunga berukuran kecil, majemuk dalam bulir atau malai, warna waktu muda hijau, waktu tua putih, bunga muncul di ujung ranting (terminal).

Buah berbentuk bulat telur, berukuran kecil panjang 2 cm, diameter 1 cm, waktu muda berwarna hijau, setelah tua atau masak berwarna merah jambu. 

Batang lurus, silindris dan monomodial (tunggal),  kulit batang bertekstur agak kasar dengan permukaan  pecah-pecah beralur dangkal, warna abu-abu kehitaman, kayu bertekstur halus dengan tingkat kekerasan sedang, berat jenis ringan, kayu gubal berwarna putih, kayu teras berwarna hitam.

Secara ekonomis kayu klumpit banyak dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan diantaranya: gelang, tasbih, peralatan rumah tangga, handel pintu, patung dan ukiran kayu.

Secara ekologi pohon klumpit sangat cocok dimanfaatkan untuk penghijauan di kawasan sekitar sumber air, penghijauan sempadan sungai, dahanya yang rindang dan daunya yang selalu hijau pohon klumpit juga baik untuk dimanfaatkan sebagai tanaman perindang di tepi jalan atau taman. 

Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tanaman klumpit ini sudah mulai langka. Salah satu pohon yang dapat ditemukan yaitu pohon klumpit yang cukup besar di kawasan hutan negara petak 84 dekat mata air jambe, Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Menggoran, Bagian Daerah Hutan (BDH) Playen dan sebatang pohon yang berukuran cukup besar di dasar gua vertikal Rancang Kencana yang menjulang tinggi sampai di luar goa di obyek wisata goa tersebut,  yang terletak di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul.

Penyebab kelangkaan populasi pohon klumpit adalah karena pohon ini tidak banyak dibudidayakan, dan keberadaannya kurang diperhatikan. Secara alami pohon klumpit sebenarnya mempunyai kemampuan permudaan yang cukup besar, buahnya cukup lebat dan mudah tumbuh secara alami. 


Gambar. 1. Pohon klumpit di Goa Rancang Kencana, Kabupaten Gunungkidul 

Sumber: alodiatur.com


Oleh: Muhammad Taufik - Kepala Seksi Konservesi Sumber Daya Alam DLHK DIY