Artikel

Seri Pohon Langka: Nagasari

Jun

04

Seri Pohon Langka: Nagasari

Seri Pohon Langka: Nagasari

Nagasari dikenal dengan berbagai nama daerah antara lain, nyatoh, nagasari (Indonesia). Di Filipina disebut nato.Di Belanda disebut balam teroeng. Sedangkan di Inggris dan Amerika Serikat disebut nyatoh.

 

Klasifikasi Taknonomi

Secara taksonomis tanaman ini mempunyai urutan sebagai berikut:

Kerajaan         : Plantae 

Filum               : Magnoliophyta 

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Ebenales 

Famili              : Sapotaceae 

Genus             : Palaquium 

Spesies           : Palaquium rostratum (Miq. Burck).

 

Ciri-Ciri Morfologi

Nagasari merupakan tanaman berhabitus pohon. Tajuknya membulat dengan daun yang rimbun. Ketinggian pohon dapat mencapai 30meter dengan diameter dapat mencapai hingga 120 cm. Batang silindris luruskadang tumbuh muntir. Kulit batang bertekstur kasar. Warna kulit batang coklat hitam. Kayu berwarna cokelat kemerahan serta memiliki pola serat yang indah. Berat jenis kayu nyatoh sekitar 0.67, tergolong ringan, dan mudah melengkung.

Daun bertipe tunggal, berbentuk lonjong. Ukuran helaian daun, panjang sekitar 5-9 cm dan lebar 3-4 cm.Permukaan halus. Warna hijau tua mengkilat. Tepi daun rata. Ujung daun meruncing. Tulang daun menyirip. Duduk daun menyebar. Daun selalu hijau.

Bunga bertipe tunggal. Daun mahkota berwarna putih berbentuk hati. Ukuran panjang dan lebar hampir sama yaitu 4,5 dan 4 cm. Kepala sari berwarna kuning. Tumbuh di ketiak dan ujung ranting.

Buah sebagaimana tipe bunganya bertipe tunggal. Bentuk bulat begitu pula bijinya.


Persebaran Alami

Di Indonesia, pohon nagasari banyak ditemukan di daerah Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, Maluku dan beberapa pulau lainnya. Sedangkan di negara lain banyak ditemukan di Malaysia, Filiphina, Thailand dan negara-negara di kawasan Asia tenggara lainya. 

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, pohon nagasari sudah mulai langka. Namun ada pohon nagasari yang telah dibudidayakan sebagai tanaman peneduh di halaman, seperti yang teridentifikasi di halaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jl. Argulobang No. 19, Baciro, Kota Yogyakarta. Jumlah pohonyang teridentifikasi satu pohon dengan ukuran diameter batang sekitar 30 cm dengan ketinggian pohon sekitar 15 meter.

 

Potensi Pemanfaatan

Pohon nagasari berpotensi untuk dimanfaatkan pada bagian kayu, bunga, buah dan biji serta getahnyaBagian kayu dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan rumah antara lain: kusen pintu, jendela, tulangan rumah, usuk dan reng. Pemanfaatan lainya dari bagian kayu ini antara lain: bahan pembuatan mebel dan playwood. 

Pada bagian bunga dapat dimanfaatkan untuk mengobati diare, menghasilkan wangi aromatik, sebagai ekspektoran, hingga mengobati gangguan jiwa dan penyakit lainnya. Pada bagian benang sari bisa digunakan untuk mengobati sakit panas atau demam. Pada bagian biji bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan dan pengobatan. Minyak biji nyatoh dimanfaatkan antara lain untuk: minyak lampu, minyak goreng atau minyak padat, bahan baku pembuatan mentega, sabun dan sejenisnya, obat koreng, encok, penyakit kulit dan pembuluh darah yang membesar. Getah pohon nagasari yang disebut getah perca dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan bola golf, isolasi kabel listrik, pembalut pipa, pelindung luka dan lain sebagainya.


Seksi KSDA - DLHK DIY